Tampilkan postingan dengan label PPKN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PPKN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 September 2021

Materi PPKN Tema 3 Kelas 6 - Melaksanakan Kewajiban dengan Bertanggung Jawab

Selamat pagi, adik-adik kelas 6 yang hebat!

Setelah sebelumnya kita sudah membahas tentang hak dan pelaksanaannya secara bertanggung jawab, hari ini kita lanjutkan diskusi tentang kewajiban dan pelaksanaannya secara bertanggung jawab, ya!

Tentu saja adik-adik sudah tahu apa itu kewajiban? Ya, segala sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Tanggung jawab di sini adalah kita memahami akibat dari sesuatu yang kita lakukan dan bersedia menerima resikonya. 

Banyak sekali kewajiban yang harus kita lakukan sebagai anak baik di rumah, di sekolah, ataupun di masyarakat. 


Kewajiban anak di rumah misalnya: mematikan televisi setelah selesai menonton, merapikan tempat tidur setelah bangun, merapikan mainan setelah bermain, menghormati kedua orang tua, serta menjaga kebersihan rumah.

Kewajiban anak di sekolah misalnya: membaca buku di perpustakaan dengan tenang, memperhatikan guru yang sedang mengajar, melaksanakan piket kelas, menjaga kebersihan sekolah, dan datang tepat waktu.

Sementara itu, kewajiban anak di masyarakat misalnya: ikut kerja bakti membersihkan lingkungan, membuang sampah di tempat sampah, tidak menginjak-injak rumput di taman, menjaga fasilitas umum, berbicara sopan dan bersikap santun kepada masyarakat, merapikan mainan setelah bermain di taman atau tempat bermain.

Seperti halnya mendapatkan hak, melaksanakan kewajiban pun harus disertai dengan sikap tanggung jawab. 

Misalnya ketika kita di rumah, kita membuang sampah di tempat sampah agar tidak mengganggu hak orang lain untuk menikmati kebersihan rumah.

Kemudian saat di sekolah, kita datang tepat waktu agar tidak mengganggu proses belajar mengajar.

Saat di masyarakat, kita mematuhi peraturan lalu lintas agar tidak membahayakan keselamatan orang lain dan diri sendiri.



Jadi, kewajiban yang dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab akan memberikan manfaat kepada orang lain juga. Sebaliknya, jika kewajiban tidak dilaksanakan dengan tanggung jawab, akan menimbulkan akibat tidak baik untuk orang di sekitar kita.

Penugasan:

Buatlah video praktik pelaksanaan kewajiban di rumah, beserta penjelasan manfaat dan akibat jika tidak melaksanakan kewajiban tersebut.

Urutan video:

1. Perkenalan, nama, kelas, sekolah.

2. Hari ini saya akan mempraktikkan pelaksanaan kewajiban, yaitu ....

3. Setelah selesai praktik, uraikan manfaat dan akibat jika tidak melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.

Contoh:

Kewajiban: menghabiskan makanan yang dimasak ibu.

Manfaat: makanan tidak mubazir dan nutrisi tubuh kita terpenuhi.

Akibat jika tidak dilaksanakan: makanan akan mubazir dan nutrisi tubuh tidak terpenuhi.



    

Rabu, 22 September 2021

MATERI PPKN TEMA 3 - HAK DAN KEWAJIBAN YANG BERTANGGUNG JAWAB

A. Hak

        Setiap orang memiliki hak yang diperoleh. Hak adalah sesuatu yang harus diperoleh setiap orang sejak lahir. Dalam menggunakan hak, kita juga harus memperhatikan hak orang lain. 

        Berikut ini contoh hak seorang anak ketika di rumah, di sekolah, dan di masyarakat.

Hak anak ketika di rumah: memperoleh makan makanan yang bergizi, memperoleh kasih sayang, nyaman saat belajar di rumah. 

Hak anak di sekolah: memperoleh pengajaran dari guru, bermain saat jam istirahat, belajar dengan nyaman di sekolah.

Hak anak di masyarakat: bermain di lingkungan yang bersih, ikut serta dalam kerja bakti, memperoleh arsa aman saat bermain.

Hak anak di masyarakat - bermain di taman. 
Sumber gambar: tribunbogor.com

   Dalam memperoleh hak, ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhinya. Saat di rumah, kemampuan ekonomi keluarga, aktivitas orang tua, dan aktivitas lain di rumah bisa mempengaruhi peroleh hak seorang anak. Di lingkungan sekolah, dipengaruhi oleh waktu belajar, waktu bermain, dan juga aktivitas lain di sekolah. Ketika di masayarakat, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan, usia, dan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan mempengaruhi hak seorang anak. 

       Dalam menggunakan hak, kita juga harus bertanggung jawab. Misalnya saat bermain, kita memperoleh hak bermain, Namun kita juga harus bertanggung jawab merapikan mainan agar mainan kita tidak banyak yang hilang, terawat dengan baik dan tidak cepat rusak.

Beberapa contoh lain sebagai berikut:

1. Di Rumah

    - Hak menonton televisi, harus dibarengi tanggung jawab yaitu jarak mata yang tidak terlalu dekat dan tidak sampai terlalu malam. Manfaatnya agar mata tetap sehat dan tidak bangun kesiangan.

    - Hak makan makanan bergizi, dibarengi dengan tanggung jawab mencuci piring setelah makan. Manfaatnya agar kebersihan selalu terjaga.

2. Di Sekolah

    - Hak membaca buku di perpustakaan dibarengi dengan tanggung jawab yaitu menjaga ketenangan. Manfaatnya agar peserta didik lain bisa membaca dengan fokus dan tidak terganggu.

3. Di Masyarakat 

    - Hak bermain di taman, dibarengi dengan tanggung jawab tidak menginjak rumput. Manfaatnya agar rumput tetap hidup.

Tugas:

Berikan masing-masing satu contoh hak di rumah, di sekolah, dan di masyarakat beserta cara bertanggung jawab dalam melaksanakannya beserta manfaat yang diperoleh. Seperti pada contoh di atas. 

Format:

1). Hak di rumah: 

.................. dibarengi dengan tanggung jawab...................... manfaatnya ...................

2). Hak di sekolah: 

.................. dibarengi dengan tanggung jawab...................... manfaatnya ...................

3). Hak di masyarakat: 

.................. dibarengi dengan tanggung jawab...................... manfaatnya ...................


B. Kewajiban

bersambung di pembelajaran berikutnya!

Minggu, 05 September 2021

Meneladani Kerja Sama Para Pejuang sebagai Bentuk Penetapan Nilai Persatuan dan Kesatuan

        Para pahlawan pejuang kemerdekaan berasal dari seluruh daerah di Indonesia. Mereka berbeda-beda suku namun tidak menyurutkan semangat mereka untuk bersatu melawan penjajah hingga mencapai kemerdekaan. 

        Selain berbeda suku dan daerah asal, mereka juga memiliki perbedaan keahlian. Ada yang ahli menggunakan senjata dan bela diri, ada yang ahli berunding atau negosiasi. Mereka tetap bekerja sama dan berjuang sesuai kemampuan masing-masing untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.

        Kita juga perlu menerapkan nilai persatuan dan kesatuan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bersatu akan tercapai kehidupan yang nyaman, aman, damai, tenteram, dan menghindarkan kita dari perselisihan. 

        Salah satu penerapan nilai persatuan dan kesatuan adalah bekerjasama. Kita bisa senantiasa bekerja sama dalam kehidupan seharia-hari kita. Kerja sama berarti suatu usaha mencapai tujuan bersama. Beberapa manfaat kerja sama antara lain: 

1. Pekerjaan menjadi cepat selesai.

2. Pekerjaan terasa lebih ringan.

3. Memperkuat semangat persatuan.

Pahlawan rela berkorban demi negara.

       Salah satu bagian penting dalam menjunjung semangat persatuan adalah kerelaan untuk berkorban. Para pahlawan yang gugur di mejan juang mereka rela meninggalkan keluarga demi membela negara. Sikap rela berkorban dapat menunjukkan rasa tanggung jawab dan juga nasionalisme. Rela berkorban demi kepentingan bersama dapat mempererat persaudaraan. 

       Contoh sikap rela berkorban dalam lingkungan sekolah antara lain:

1. Menyisihkan uang saku untuk membantu korban bencana alam.

2. Membersihkan ruang kelas setelah jam pulang sekolah.

3. Mengurangi waktu bermain untuk belajar bersama teman.

       Sikap rela berkorban juga bisa kita reapkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya kita bersedia membantu tetangga yang sedang terkena musibah, ikut gotong royong, dan juga mementingkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.

Gotong royong
Sumber: Rahmadanil.com



Penugasan:

Lakukan kemudian ceritakan sikap rela berkorban di lingkungan keluarga atau masyarakat!


 

Selasa, 21 Juli 2020

Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Sila Pancasila-Materi PPKN Kelas 6 SD/MI


Masih ingatkah kalian dengan lambang Negara kita? Ya, lambang Negara kita adalah burung garuda. Lambang Negara Indonesia yaitu Garuda Pancasila disebutkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 36A.
Burung garuda yang dijadikan lambang Negara memiliki perisai dengan lima symbol di dalamnya. Bulu-bulu pada beberapa bagian tubuh burung garuda juga memiliki jumlah terterntu yang meiliki arti. Mari kita ingat kembali ya.

Lambang Negara Indonesia

Pada gambar Garuda Pancasila tersebut terdapat:
·         17 helai bulu pada masing-masing sayap, yaitu sayap kanan 17 helai, dan saya kiri 17 helai.
·         8 heli bulu pada bagian ekor.
·         19 bulu di bagian bawah perisai atau di pangkal ekor.
·         45 helai bulu pada bagian leher.
Tahukah kalian apa arti jumlah bulu pada bagian-bagian tubuh burung garuda tersebut? Ya, jumlah bulu tersebut elambangkan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Yaitu pada tanggal 17 Agustus 1945. Unik ya!
Sebagai pedoman hidup, Pancasila yang terdiri dari lima sila memiliki makna dan nila-nilai penting di setiap sila. Nilai-nilai penting ini hendaknya kita terapkan dalam kehidupan sehar-hari.

1. Sila Pertama.


Sila pertama Pancasila berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”, mengandung nilai-nila yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:
a.   Percaya dan takwa terhadap Tuhan yang Maha Esa.
b.  Mengembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerja sama antarpemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda
terhadap Tuhan yang Maha Esa.
c. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa.
d.  Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan yang Maha Esa.
e.  Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
f.   Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa kepada orang lain.

2.  Sila Kedua.


Sila kedua Pancasila berbunyi, “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.”, mengandung nilai-nilai yaitu:
a. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa.
b. Mengakui persamaan derajat, persaman hak, serta kewajiban setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, dan warna kulit.
c.    Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
d.   Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
e.   Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
f.     Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
g.    Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
h.   Berani membela kebenaran dan keadilan.
i.     Mengembangkan sikap saling menghormati dan bekerja sama dengan
bangsa lain.


3. Sila Ketiga.

Sila ketiga berbunyi “Persatuan Indonesia” yang mengandung nila-nilai:
a.   Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara apabila diperlukan.
b.   Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
c. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
d.   Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
e.   Memajukan persatuan dan kesatuan bangsa.
                     
                      4.  Sila Keempat.



Sila keempat yang berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan” mengandung nilai-nilai:
a.   Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
b.   Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
c.    Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
d.   Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
e.   Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan
melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
f.     Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
g.    Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, mengutamakan nilai-nilai kebersamaan dan keadilan, serta mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
            
                     5.    SIla Kelima.


Sila kelima yang berbunyi “Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia mengandung nilai:
a.  Mengembangkan perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong royong.
b.   Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
c.    Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
d.   Menghormati hak orang lain.
e.   Memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
f.     Suka bekerja keras.
g.    Menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan
kesejahteraan bersama.

Selamat Belajar..

Materi Basa Jawa Kelas 6 SD-Jamu Gendhong

Wong Jawa sugih kawruh bab obat-obatan. Obat-obatan Jawa kuwi diarani jamu utawa obat tradisional. Ing jaman saiki jamu diarani obat herbal ...