Jumat, 20 Agustus 2021

MATERI BAHASA JAWA KELAS 6 SD/MI-MUSEUM YOGYA KEMBALI

 KD 3.1 Memahami teks deskripsi tentang museum dan peninggalan sejarah.

        4.1 Menyampaikan teks deskripsi tentang museum dan peninggalan sejarah.


Ayo semaken wacan iki!

Museum Yogya Kembali

Dina rebo klase Bima belajar luar sekolah menyang Monumen Yogya Kembali. Mangkate jam 09.00, tekan monumen jam 10.15. Bocah-bocah didumi tiket banjur antri mlebu ing monumen.

Monumen Yigya Kembali dumunung ing Jongkang, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Monumen Yogya Kembali pinangka tetenger sejarah mundure tentara Walanda saka Ngayogyakarta tanggal 29 Juni 1949. Monumen dibangun awit prakarsane Kolonel Sugiyarto, wali kota Ngayogyakarta wektu kuwi. Peresmian monumen lan tandha tangan prasasti tanggal 6 Juli 1989 dening Presiden Soeharto.


Bocah-bocah mlebu njujug ing taman sisih ngarep. Ing taman dipajang meriam gawean Rusia lan replika pesawat guntai lan pesawat cureng kang nalika semana digunakake kanggo penyerangan.

Tekan ngarep monumen Pak Guru dhawuh supaya bocah-bocah ora pisah karo klompoke. Saben klompok diparingi lembar tugas sing kudu digarap. Sawise kemput anggone padha maspdakke isine monumen, banjur bali ing sekolahan. Tekan sekolahan ora terus padha mulih, nanging nggarap laporan.

Sumber: Sinau Basa Jawa Kelas VI SD/MI kaca 3, Penerbit Yudhistira. 


Ayo semaken wacan iki!

Candhi Prambanan


Candhi Prambanan iki patilasan kuna. Digawe udakara tahun 850 Masehi, jamane Prabu Rakai Pikatan ing Mataram Kuna. Candhi iki uga diarani Candhi Rara Jonggrang. Candhi Prambanan mujudake candhi Hindu paling gedhe ing Indonesia. Dununge ing desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Kurang luwih pitulas kilometer saka punjering kutha Ngayogyakarta.

Candhi Siwa


Candhi Prambanan kadadean saka pirang-pirang candhi, cacahe kurang luweh ana 240 candhi. Candhi sing gedhe dhewe yaiku Candhi Siwa. Candhi Siwa diapit candhi loro sing luwih cilik yaiku Candhi Wisnu lan Candhi Brama. Candhi telu iku diarani Trimurti, tegese telung wujud, yaiku Siwa, Wisnu, lan Brahma. Urut mubeng sikile Candhi Siwa diukir-ukir wujud relief apik banget. Relief iku nyritakake crita Ramayana, yaiku critane Prabu Rama lan Dewi Sinta.

Candhi Trimurti ing Kompleks Candhi Prambanan


Cabdhi Prambanan kalebu situs warisan dunia ENWSCO. Candhi Prambanan dadi bukti dhuwuring kabudayan bangsa Indonesia. Leluhur kita pancen sregep makarya. Klakon gawe candhi sing apik tur gedhe banget. Mangka jaman semana durung ana piranti moderen kaya jaman saiki. Kabeh mau ditandangi kanthi gotong royong lan guyup rukun.

Sumber: Sinau Basa Jawa Kelas VI SD/MI kaca 108, Penerbit Yudhistira. 

 




Jumat, 06 Agustus 2021

PERKEMBANGBIAKAN MAKHLUK HIDUP-MATERI IPA KELAS 6

Makhluk hidup berkembang biak untuk mempertahankan kelestarian jenisnya. Ada dua jenis perkembangbiakan makhluk hidup, yaitu secara generatif dan vegetatif. Perkembangbiakan secara generatif merupakan perkembangbiakan makhluk hidup melalui proses perkawinan. Sedangkan perkembangbiakan vegetatif terjadi tanpa melalui perkawinan.

Berikut ini pembahasan mengenai perkembangbiakan makhluk hidup.

A.        Perkembangbiakan Generatif

Perkembangbiakan generatif terjadi dari hasil bertemunya sel telur atau ovum dengan sel sperma dari tumbuhan dan hewan.

1.       Perkembangbiakan Generatif Tumbuhan

Pada perkembangbiakan generatif tumbuhan, diawali dengan proses penyerbukan. Penyerbukan adalah jatuhnya serbuk sari di kepala putik. Serbuk sari sebagai sel kelamin jantan dan putik sebagai sel kelamin betina. Keduanya terdapat pada bunga sempurna. Jadi tumbuhan yang memiliki bunga yang terdapat benang sari dan putik atau memiliki keduanya, dapat mengalami perkembangbiakan generatif.

Bagian-bagian Bunga.


Perkembangbiakan generatif menghasilkan biji. Setelah penyerbukan terjadi, maka di dalam putik akan tumbuh saluran menuju ruang bakal biji. Di sana sel sperma daris erbuk sari bertemu dengan ovum atau sel telur. Kemudian tumbuh menjadi embrio atau calon tanaman baru.

Tumbuhan yang melakukan perkembangbiakan secara generatif sangat banyak, antara lain: mangga, jambu, rambutan, jagung, padi, dst.

2.       Perkembangbiakan Generatif Hewan

Ada tiga jenis perkembangbiakan generatif hewan, yaitu:

a.     Ovipar

Ovipar merupakan perkembangbiakan hewan dengan cara bertelur. Contoh hewan: ikan, katak, ayam, burung, bebek, buaya, cecak, komodo (hewan unggas dan sebagian reptil), dan hewan yang mengalami metamorfosis (belalang, kupu, laba-laba, nyamuk).

b.     Vivipar

Vivipar merupakan perkembangbiakan hewan dengan cara melahirkan. Contoh hewan: sapi, kambing, anjing, kucing, tikus, kelinci, ikan paus, lumba-lumba, gajah, kelelawar (hewan mamalia)

c.     Ovovivipar

Ovovivipar merupakan perkembangbiakan hewan dengan cara bertelur di dalam tubuh hewan lalu setelah telur menetas, hewan tersebut melahirkan. Contoh hewan: beberapa jenis ular, kadal, kalajengking, ikan pari.

 

Ikan Pari berkembangbiak secara ovovivipar.

B.        Perkembangbiakan Vegetatif

Perkembangbiakan vegetatif makhluk hidup terjadi tanpa melalui proses perkawinan. Perkembangbiakan vegetatif makhluk hidup ada yang terjadi secara alami dan buatan. Secara alami perkembangbiakan terjadi tanpa bantuan manusia. Sedangkan secara buatan, perkembangbiakan vegetatif terjadi dengan bantuan manusia.

1.       Perkembangbiakan Vegetatif Tumbuhan

a.       Secara Alami.

Perkembangbiakan vegetatif alami tumbuhan ada beberapa macam.

  1) Spora. Contoh tumbuhan: Lumut, tumbuhan paku

  2) Stolon/geragih. Contoh tumbuhan: pegagan, stroberi, semanggi, eceng gondok, rumput teki.

  3) Rhizoma/Akar tinggal. Contoh: jahe, kunyit, lengkuas, alang-alang, kencur.

  4) Membelah diri. Contoh: ganggang hijau

  5) Umbi batang. Contoh: kentang, ubi jalar (ketela rambat)

  6) Umbi lapis. Contoh: bawang merah, bawang putih, bawang bombay, bunga bakung, bunga lili.

  7) Tunas. Contoh: pohon pisang, pohon bambu.

  8) Tunas Adventif. 

      -  Tunas Daun. Contoh tumbuhan: cocor bebek, begonia.

      - Tunas Akar. Contoh tumbuhan: cemara, damar.

Cocor bebek berkembang biak secara vegetatif dengan tunas adventif (daun)


b.       Secara Buatan

Secara buatan, perkembangbiakan tumbuhan dilakukan dengan bantuan manusia. Beberapa perkembangbiakan buatan secara vegetatif buatan antara lain:

1)      Stek

Stek adalah memotong bagian tumbuhan kemudian menancapkan ke tanah.

a)       Stek batang

          Contoh tumbuhan: Ketela pohon, bayam, bunga mawar, bunga sepatu, ubi jalar, tebu, 

           sirih, kaktus, dll.

      b)      Stek daun

                               Contoh tumbuhan: cocor bebek, lidah mertua, begonia.

 

Tanaman lidah mertua dikembangbiakkan dengan stek daun.

2)      Cangkok

Contoh tumbuhan: pohon mangga, jambu, rambutan, duku, jati, dll.

 

3)      Merunduk

Merunduk adalah menyentuhkan batang ke tanah dan menimbunnya. Contoh: melati, alamanda, mawar pagar, sirih, stroberi, dll.

4)      Kultur Jaringan

Dilakukan dengan mengambil jaringan tunas atau daun dan dikembangbiakkan melalui media khusus. Kultur jaringan dapat mengembangbiakkan tumbuhan dalam jumlah yang banyak. Semua tumbuhan dapat dikembangbiakkan dengan kultur jaringan.

 

2.       Perkembangbiakan Vegetatif Hewan.

Ada beberapa jenis perkembangbiakan vegetative hewan, antara lain:

a. Membelah diri. Contoh hewan: Amoeba, paramaecium.

b. Fragmentasi. Contoh hewan: planaria/cacing pipih, bintang laut, cacing pita.

c. Tunas. Contoh hewan: hydra, anemon laut.

d. Partenogenesis. Contoh hewan: komodo.


Proses fragmentasi planaria

Selasa, 21 Juli 2020

Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Sila Pancasila-Materi PPKN Kelas 6 SD/MI


Masih ingatkah kalian dengan lambang Negara kita? Ya, lambang Negara kita adalah burung garuda. Lambang Negara Indonesia yaitu Garuda Pancasila disebutkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 36A.
Burung garuda yang dijadikan lambang Negara memiliki perisai dengan lima symbol di dalamnya. Bulu-bulu pada beberapa bagian tubuh burung garuda juga memiliki jumlah terterntu yang meiliki arti. Mari kita ingat kembali ya.

Lambang Negara Indonesia

Pada gambar Garuda Pancasila tersebut terdapat:
·         17 helai bulu pada masing-masing sayap, yaitu sayap kanan 17 helai, dan saya kiri 17 helai.
·         8 heli bulu pada bagian ekor.
·         19 bulu di bagian bawah perisai atau di pangkal ekor.
·         45 helai bulu pada bagian leher.
Tahukah kalian apa arti jumlah bulu pada bagian-bagian tubuh burung garuda tersebut? Ya, jumlah bulu tersebut elambangkan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Yaitu pada tanggal 17 Agustus 1945. Unik ya!
Sebagai pedoman hidup, Pancasila yang terdiri dari lima sila memiliki makna dan nila-nilai penting di setiap sila. Nilai-nilai penting ini hendaknya kita terapkan dalam kehidupan sehar-hari.

1. Sila Pertama.


Sila pertama Pancasila berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”, mengandung nilai-nila yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:
a.   Percaya dan takwa terhadap Tuhan yang Maha Esa.
b.  Mengembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerja sama antarpemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda
terhadap Tuhan yang Maha Esa.
c. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa.
d.  Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan yang Maha Esa.
e.  Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
f.   Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa kepada orang lain.

2.  Sila Kedua.


Sila kedua Pancasila berbunyi, “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.”, mengandung nilai-nilai yaitu:
a. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa.
b. Mengakui persamaan derajat, persaman hak, serta kewajiban setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, dan warna kulit.
c.    Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
d.   Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
e.   Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
f.     Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
g.    Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
h.   Berani membela kebenaran dan keadilan.
i.     Mengembangkan sikap saling menghormati dan bekerja sama dengan
bangsa lain.


3. Sila Ketiga.

Sila ketiga berbunyi “Persatuan Indonesia” yang mengandung nila-nilai:
a.   Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara apabila diperlukan.
b.   Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
c. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
d.   Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
e.   Memajukan persatuan dan kesatuan bangsa.
                     
                      4.  Sila Keempat.



Sila keempat yang berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan” mengandung nilai-nilai:
a.   Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
b.   Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
c.    Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
d.   Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
e.   Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan
melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
f.     Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
g.    Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, mengutamakan nilai-nilai kebersamaan dan keadilan, serta mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
            
                     5.    SIla Kelima.


Sila kelima yang berbunyi “Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia mengandung nilai:
a.  Mengembangkan perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong royong.
b.   Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
c.    Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
d.   Menghormati hak orang lain.
e.   Memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
f.     Suka bekerja keras.
g.    Menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan
kesejahteraan bersama.

Selamat Belajar..

Materi Basa Jawa Kelas 6 SD-Jamu Gendhong

Wong Jawa sugih kawruh bab obat-obatan. Obat-obatan Jawa kuwi diarani jamu utawa obat tradisional. Ing jaman saiki jamu diarani obat herbal ...